Langsung ke konten utama

2 Pelajar Tewas di Tangsel, Diduga Hindari Kejaran Kelompok Bawa Sajam

2 Pelajar Tewas di Tangsel, Diduga Hindari Kejaran Kelompok Bawa Sajam

Dua pelajar berinisial A (14) dan W (15) meninggal dunia dalam kecelakaan sepeda motor di Jalan Sutera Utama, Kelurahan Pondok Jagung Timur, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Jumat, sore. Keduanya diduga berupaya menghindari kejaran kelompok pelajar lain yang membawa senjata tajam.

Kapolsek Serpong Kompol Suhardono membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, kejadian bermula sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan SPBU Pertamina Alam Sutera.

"Berdasarkan informasi awal, kejadian bermula sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan SPBU Pertamina Alam Sutera, ketika sekelompok pelajar yang baru selesai menjadi suporter pertandingan futsal melintas menggunakan sepeda motor," ujarnya, Sabtu .

Pada saat bersamaan, kelompok pelajar lain yang diketahui berasal dari salah satu sekolah swasta datang dari arah Graha Raya. Berdasarkan pantauan kamera pengawas atau CCTV, kelompok tersebut terlihat membawa senjata tajam.

Kelompok pelajar pertama diduga berusaha menyelamatkan diri dengan mengendarai sepeda motor menuju Sport Center Alam Sutera dalam kecepatan tinggi. Mereka kemudian diduga dikejar hingga ke Jalan Sutera Utama, tepatnya di seberang pintu masuk Sekolah Laurensia.

Dalam perjalanan, sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah yang ditumpangi A dan W terjatuh setelah menabrak pembatas jalan dan membentur tiang listrik. Kedua pelajar tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara seorang pelajar lainnya berhasil menyelamatkan diri ke pos keamanan Alam Sutera.

Polisi kemudian melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan Tim Identifikasi (Inafis) Polres Tangerang Selatan serta pihak RSUD Kabupaten Tangerang untuk penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar terhadap kedua korban di RSUD Kabupaten Tangerang, tidak ditemukan luka akibat sabetan senjata tajam maupun luka tusuk. Pemeriksaan menunjukkan adanya luka memar dan lecet di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah dan dahi, yang diduga disebabkan benturan dengan benda keras.

Setelah melakukan pengecekan TKP dan serangkaian penyelidikan, Unit Reskrim Polsek Serpong mengamankan tiga pelajar yang diduga membawa senjata tajam. Ketiganya diketahui merupakan siswa SMK Yadika 4 Ciledug.

Satu pelajar diamankan di lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya ditangkap di kediaman masing-masing.

"Dari penindakan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu bilah celurit besar berwarna merah, satu bilah arit, dan satu bilah golok. Petugas juga mengamankan sejumlah barang lain yang berkaitan dengan penanganan perkara, termasuk satu unit sepeda motor," katanya.

Dugaan tindak pidana terkait kepemilikan senjata tajam tersebut kini ditangani Polsek Serpong sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan perlindungan identitas anak yang berhadapan dengan hukum.

Sementara itu, kecelakaan yang mengakibatkan dua pelajar meninggal dunia ditangani Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Tangerang Selatan.

Polisi masih mendalami rangkaian kejadian tersebut, termasuk dugaan pengejaran dan kemungkinan keterkaitan kelompok yang membawa senjata tajam dengan kecelakaan yang menewaskan kedua pelajar.

Polres Tangerang Selatan mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai peristiwa tersebut agar melaporkannya kepada pihak kepolisian atau melalui layanan Kepolisian 110.

"Kepolisian juga mengajak para orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak dan remaja serta memperkuat komunikasi dan pembinaan. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah keterlibatan pelajar dalam aksi yang berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain," ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Habiskan Rp 876,7 Miliar, Ini Progres Renovasi Sekolah di Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merampungkan renovasi 16 dari 19 gedung sekolah menjadi target pada tahun anggaran 2025. Proyek peremajaan fasilitas pendidikan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 876,7 miliar. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjelaskan, revitalisasi gedung sekolah merupakan upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Jakarta. “Alhamdulillah, dari 19 gedung sekolah yang kami targetkan untuk direnovasi pada tahun anggaran 2025, sebanyak 16 gedung telah selesai 100 persen," kata Pramono dalam keterangannya dikutip Sabtu . Menurut Pramono, tiga gedung sekolah lainnya masih dalam proses perampungan. Pramono menegaskan renovasi dan revitalisasi jadi salah satu fokus yang akan digencarkan oleh Pemprov DKI. Sehingga tenaga pendidik dan pelajar dapat melakukan kegiatan belajar mengajar dengan yang aman, nyaman, dan modern. “Tujuannya satu, memastikan setiap anak memiliki lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan modern, sehingga mereka b...

Seskab Teddy Ungkap Misi Indonesia di MotoGP Mandalika 2026

Indonesia kembali menjadi sorotan dunia melalui penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 9–. Ajang balap motor bergengsi tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan daya tarik dan kapasitasnya dalam menyelenggarakan event olahraga bertaraf internasional. “Akhir pekan ini, mata dunia tertuju ke Mandalika, Lombok, yang kembali menjadi tuan rumah MotoGP Indonesia 2026 pada 9–,” ucap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, Sabtu . Dia menyampaikan bahwa kehadiran dua pembalap muda Indonesia, Mario Aji dan Veda Ega Pratama, menjadi salah satu hal yang patut mendapat perhatian dalam gelaran tahun ini. “2 pembalap muda Indonesia, Mario Aji dan Veda Ega Pratama, siap beraksi bersama para pembalap dunia, membawa semangat dan harapan Indonesia di lintasan balap kelas dunia,” tuturnya. Partisipasi pembalap muda Tanah Air dalam ajang sebesar MotoGP juga menjadi momentum untuk ...

Jakarta Punya 37 Bus Sekolah Khusus Disabilitas

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyediakan 37 bus sekolah khusus penyandang disabilitas. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung mobilitas anak-anak berkebutuhan khusus melalui layanan transportasi yang terpisah dari bus umum. "Kami sudah menyiapkan 37 unit bus sekolah ramah disabilitas, bus yang hanya untuk disabilitas, tidak untuk umum, dan saya yakin mungkin salah satu di ruangan ini yang sudah memanfaatkan itu, dan ada 10 rute untuk anak-anak keluarga disabilitas," kata Pramono saat memberikan sambutan dalam acara Spekix di Senayan, Jakarta, Sabtu. Pramono mengatakan, pemenuhan hak penyandang disabilitas juga menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah. Hal itu sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2022. "Sesuai dengan peraturan gubernur pemerintah DKI Jakarta yang ada, nomor 4 tahun 2022, sebenarnya di Jakarta ini harusnya memberikan ruang fasilitas y...